Make your own free website on Tripod.com

Pendidikan di Austria

Sejarah Iptek di Austria

Jika dipandang sumbangan Austria pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), nampaklah bahwa negara ini baik di masa lalu maupun kini menghasilkan sederetan ilmuwan, insinyur dan penemu yang istimewa; namun prestasi mereka sering tidak begitu hadir dalam kesadaran kalangan awam, jika dibandingkan dengan prestasi para seniman besar Austria. Sampai saat ini Austria telah menghasilkan 18 orang pemenang hadiah nobel untuk berbagai kategori, suatu angka yang cukup besar bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Austria yang cuma sekitar 7 juta jiwa.

Dalam bidang ilmu alam, Austria menghasilkan sederet nama besar seperti Gregor Mendel ("Hukum Mendel" untuk genetika), Christian Doppler (Prinsip perubahan frekuensi pemancar yang bergerak), Ludwig Boltzmann (penemu "konstanta Boltzman"), Erwin Schrödinger (perintis fisika kuantum) atau Wolfgang Pauli (penemu "Prinsip Pauli" untuk konfigurasi elektron dalam atom).

Dalam bidang rekayasa, Austria terkenal dalam teknologi metalurgi, mesin dan pembuatan infrastruktur. Prosedur LD (dinamakan menurut dua "kota baja" Austria: Linz dan Donawitz) kini digunakan pada sekitar 55% produksi baja di seluruh dunia. Konstruksi "Turbin Kaplan" yang kini lazim dipakai dalam PLTA adalah penemuan Viktor Kaplan, seorang Austria. Dalam bidang infrastruktur, teknologi kanalisasi / pengolahan limbah serta sistem pembangunan terowongan (Neue Österreichische Tunnelbauweise / NOT) memiliki reputasi internasional. Alois Negrelli pada tahun 1846-1856 mendesain rancangan pembuatan terusan Suez. Selain itu Ferdinand Porsche adalah sebuah nama besar di bidang pengembangan mobil modern.

Dalam bidang ekonomi, beberapa nama yang cukup ternama adalah Karl Menger, Eugen Böhm-Bawerk dan Friedrich von Wieser (pendiri sekolah ekonomi politik) dan Friedrich A. von Hayek (pemenang nobel ekonomi).
Dan dalam psikologi, nama Sigmund Freud tentu sudah tak asing lagi.

Austria adalah penganut sistem ekonomi pasar dengan kepedulian sosial ekologis (ökosoziale Marktwirtschaft). Penawaran dan permintaan merupakan faktor-faktor pengatur terpenting, namun dalam kadar tertentu masih bisa dilakukan intervensi demi kepentingan pihak yang lemah dari segi ekonomi, atau demi perlindungan lingkungan.

Struktur ekonomi Austria mirip dengan negara Eropa Barat lainnya, yaitu 3% dari pertanian, 36% industri dan 61% jasa-jasa. Industri Austria yang dikenal di seluruh dunia antara lain: VOEST-Alpine Stahl AG (baja & mesin berat), ELIN (pembangkit energi dan elektronik), SGP (kereta dan kendaraan khusus), VAMED (alat medis), Svarowsky (optika) dll.

Namun bila seseorang berkunjung ke Austria, dimensi iptek dan industri tadi seringkali tertutup oleh keindahan alam Austria yang terawat baik atau oleh peninggalan budaya baik itu berupa seni musik maupun arsitektur tua yang "hidup" di seluruh negeri. Padahal di dalam gedung-gedung antik cagar budaya itu bekerja orang-orang seperti biasa dengan teknologi informasi dan telekomunikasi yang canggih; dan di bawah jalan-jalan yang bersih dan indah itu berfungsi salah satu sistem infrastruktur transportasi dan bangunan sipil yang termodern di dunia.

Pendidikan Dasar dan Menengah

Wajib belajar di Austria berlangsung selama 9 tahun (dari usia 6 sampai 15). Setelah menamatkan Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat (Volkschule) yang lamanya 4 tahun, pada umumnya terbuka dua jalur sekolah lanjutan, yaitu Sekolah Lanjutan Umum (Hauptschule) dan Sekolah Menengah Umum (Gymnasiumymnasium atau Allgemeine Höhereschule/AHS).

Masa sekolah di Hauptschule adalah 4 tahun; lulusannya kemudian dapat mengikuti kusus politeknik (Polytechnischer Lehrgang) selama setahun, dan setelah itu memperoleh pendidikan kejuruan secara serempak di tempat kerja dengan sistem magang (Lehrling) dan di Sekolah Kejuruan (Fachschule atau Berufschule) atau melanjutkan belajar di AHS selama 4 tahun. Dapat pula melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Kejuruan (Beruf Höhereschule / BHS) yang lamanya 5 tahun, seperti Sekolah Menegah Teknik (Höhere Technische [Bundes] Lehranstalt/HT[B]L) atau Akademi Perdagangan (Handels-Akademie/HAK).

Siswa AHS dapat menyelesaikan hingga kelas 8 untuk menempuh ujian kematangan (Reifeprüfung) untuk mendapatkan ijazah Matura. Dengan ijazah tersebut, yang bersangkutan diijinkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Di Uni Eropa, ijazah Matura ini setara dengan Abitur di Jerman, Bakkalaureat di Perancis, atau A-Level di Inggris.

Sementara itu, siswa kelas 5 AHS juga bisa pindah ke BHS untuk nantinya mendapatkan "B-Matura". Ijazah ini selain dapat digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, juga bisa untuk memasuki lapangan kerja, dan bila yang bersangkutan telah 3 tahun menjalankan profesinya, dia bisa mengikuti ujian profesi, misalnya dalam bidang teknik pada asosiasi insinyur untuk mendapatkan gelar profesi insinyur (Ingenieur / Ing.). Gelar ini harus dibedakan dengan gelar akademis-profesi insinyur (Diplom Ingenieur / Dipl.-Ing.) yang hanya bisa didapatkan dengan studi sekurang-kurangnya 5 tahun di perguruan tinggi.

Pendidikan Tinggi

Sejarah pendidikan tinggi di Austria sudah cukup tua.

Dua belas universitas ini adalah perguruan-perguruan tinggi yang diatur dalam UOG. Selain itu terdapat juga banyak sekolah tinggi yang diatur oleh Undang-undang yang berbeda, seperti:

Sekolah tinggi seni biasa tercantum dalam katalog pendidikan tinggi yang dikeluarkan pemerintah Austria. Sekolah-sekolah ini adalah:

Untuk universitas yang diatur dalam UOG, syarat-syarat masuk serta peraturan studinya diatur oleh AHStG. AHStG ini berlaku untuk seluruh Austria. Sementara itu materi studi secara umum ditentukan oleh UU lain, seperti misalnya untuk jurusan-jurusan teknik terdapat Undang-Undang Studi Teknik (Technische-Studienrichtungen-Gesetz / TechStG). Dengan UU ini, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Riset menentukan Peraturan Studi (Studien-Ordnung / StO) yang mengatur kerangka materi termasuk bobot studi dan pembagian semesternya, untuk tiap jurusan. Adapun penjabarannya secara rinci ke mata kuliah / mata ujian (yaitu dalam bentuk Studienplan / StPl), diserahkan pada tiap universitas serta unit terkecilnya, yaitu Institut atau Abteilung.

Dengan demikian dapat diberikan jaminan bahwa dalam jurusan yang sama diberikan materi studi yang kurang lebih sama. Di Austria terdapat kompatibilitas yang tinggi antar universitas, sehingga mahasiswa bisa pindah universitas tanpa harus mengulang mata ajaran yang pernah ia dapatkan.

Struktur Pendidikan Tinggi

Dalam UOG diatur struktur organisasi pendidikan tinggi di Austria. Yang disebut universitas (Universität) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berwenang memberikan gelar akademis Doktor. Karena itu, beberapa lembaga pendidikan tinggi yang sebelumnya bernama Hochschule, berubah nama menjadi Universität, meskipun hanya menyelenggarakan satu jenis program studi (misalnya kedokteran hewan di Veterinärmedizinische Universität).

Universitas dipimpin oleh seorang Rektor yang dipilih oleh senat universitas untuk masa jabatan 2 tahun dan boleh diperpanjang sekali. Rektor mewakili universitas secara resmi dalam menghadapi pihak luar. Di Austria tidak dikenal jabatan pembantu rektor seperti di Indonesia. Bidang akademis semua di bawah wewenang dekan tiap fakultas, bidang administrasi di bawah direksi (Universitätdirektion), bidang kemahasiswaan sepenuhnya milik serikat mahasiswa Austria (Österreichische Hochschulerschaft/ÖH), sedang bidang kerjasama adalah tugas dari biro kerjasama (Außeninstitut) atau lembaga sejenisnya. Di tingkat nasional, para Rektor seluruh Austria membentuk Dewan Rektor (Rektorenkonferenz) yang terutama untuk bersama-sama menentukan politik pendidikan tinggi di Austria.

Dari segi akademis, universitas dibagi dalam beberapa fakultas (Fakultät) yang dipimpin seorang dekan. Fakultas dibagi lagi dalam banyak Institut, yang bisa terdiri dari beberapa departemen (Abteilung), yang masing-masing dipimpin oleh seorang Professor.

Dengan demikian pengertian Institut dan Professor berbeda dengan yang dikenal di Indonesia. Institut adalah suatu lembaga baik yang merupakan suatu unit di dalam maupun di luar universitas dengan aktivitas utama mengadakan riset dalam disiplin ilmu tertentu. Karena itu, di lingkungan universitas, dalam suatu disiplin ilmu bisa terdapat banyak Institut. Sementara itu, di luar universitas juga terdapat lembaga-lembaga riset yang masing-masing dibagi dalam banyak Institut.

Sebagai contoh, dalam disiplin ilmu geodesi terdapat 4 Institut, dan dua di antaranya masih dibagi lagi masing-masing dalam 2 Abteilung. Baik Institut maupun Abteilung ini dipimpin oleh seorang professor reguler (ordentlicher Universität Professor / o.Univ.Prof). Professor seperti ini adalah seorang guru besar yang direkrut secara internasional untuk memangku jabatan struktural sebagai pemimpin Institut hingga masa pensiunnya.

Perlu diketahui, bahwa selain di Universitas, di Austria gelar Professor juga dipakai oleh guru sekolah dasar dan menengah yang sudah meraih jenjang kepangkatan tertentu. Biasanya cukup mudah untuk membedakannya. Professor Universitas biasanya selalu Doktor (kecuali di sekolah tinggi seni), dan biasanya menulis "Univ." di depan "Prof."-nya.

Selain professor reguler (o.Univ.Prof) ada juga professor luar biasa (außerordentlicher / ao.Univ.Prof) yang umumnya menjabat wakil pimpinan suatu Institut yang cukup besar, professor emeritus (em. Univ. Prof), professor tamu (Gast. Prof.), dan professor kehormatan (Hon. Prof) yang umumnya seseorang berkualifikasi guru besar yang banyak berjasa bagi dunia ilmu namun selama ini tidak berkarier di universitas.

Seorang dengan kualifikasi guru besar dan berhak membimbing calon doktor, di Austria disebut Universität Dozent / Univ.-Doz. Proses kualifikasi ini disebut Habilitation. Dengan demikian istilah "dosen" yang dipakai di Indonesia punya arti yang berbeda. Di Austria, pengajar di universitas yang tidak berkualifikasi guru besar tidak dipanggil "dosen", namun "guru universitas" (Universitätslehrer). Selain professor, tenaga pengajar di universitas (termasuk juga mereka yang berkualifikasi guru besar), umumnya bukan pegawai negeri (Beamte), melainkan bekerja di universitas dengan sistem kontrak. Karena itu, suatu hal yang biasa, bila seorang pengajar universitas yang habis masa kontraknya pindah ke sektor swasta atau menempati jabatan di universitas lain, termasuk di luar negeri. Bahkan ada kalanya syarat jabatan professor di antaranya adalah bahwa kandidat harus pernah beberapa tahun berkarier di luar universitas.

Suatu jurusan atau program studi, tidaklah berkait dengan satu Institut atau Abteilung tertentu saja, namun bisa berkait dengan banyak sekali Institut atau Abteilung. Karena itu dikenal sebutan komisi studi (Studienkomission /Stuko ) yang menjadi referensi bagi seorang mahasiswa untuk mengenal program studinya. Pimpinan komisi studi disebut Stuko-Präsident yang dipilih tiap dua tahun sekali dari antara guru besar bidang-bidang yang terkait. Stuko inilah yang kompeten dalam memutuskan kurikulum baru (Studienplan) atau penilaian ijazah mahasiswa dari luar.

Baik dalam level Stuko maupun hingga level Senat, prinsip demokrasi selalu dipakai, di mana terdiri dari 25% Professor atau guru besar, 25% Mittelbau (tenaga akademis menengah), 25% personal non akademis, dan 25% perwakilan mahasiswa. Karena ketentuan Undang-undang seperti inilah, maka posisi serikat mahasiswa Austria (ÖH) cukup kuat.

Fungsi Universitas

Bila di Indonesia dikenal "tri-dharma perguruan tinggi" (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat), maka di Austria, fungsi pertama universitas justru penelitian, kedua pendidikan (Forschung und Lehre) dan ketiga pelayanan masyarakat. Karena itu tak heran, bila terkadang dijumpai suatu Institut untuk riset suatu disiplin ilmu tertentu, bahkan bisa membimbing seorang calon Doktor, namun tidak menawarkan program studi reguler bagi mahasiswa pasca SMTA. Fungsi pelayanan masyarakat dimaksudkan untuk kerja sama yang erat antara kalangan universitas dan masyarakat praktisi termasuk dunia industri. Di sini kedua pihak meraih keuntungan. Masyarakat memperoleh knowhow terbaru serta pelayanan riset yang mungkin terlalu mahal bila dilakukan sendiri, sedang universitas menemukan aplikasi baru bagi metode yang dikembangkannya serta mendapatkan sumber dana yang tidak kecil. Pada sebagian besar bidang ilmu (terutama ilmu-ilmu eksakta), sekitar 40%-60% dana riset didapatkan dari kontrak dengan masyarakat praktisi.

Sistem Austria di Eropa

Meski sudah bersatu dalam Uni Eropa (Europe Union/EU) sistem pendidikan negara-negara anggota masih sangat heterogen, baik dari segi nama program studi, kurikulum, gelar maupun biaya. Secara umum sistem pendidikan tinggi di Austria paling mirip dengan sistem pendidikan tinggi di negara tetangga yang berbahasa Jerman (Republik Federal Jerman dan Swiss).

Hingga kini baru diraih kesepakatan mengenai kesamaan syarat masuk universitas (yaitu minimal memiliki Matura atau Abitur atau Bakalaurat atau A-Level), walaupun dalam hal ini, di beberapa jurusan dan universitas di beberapa negara EU tetap diberlakukan pembatasan jumlah mahasiswa (numerus clausus), misalnya dengan melihat nilai ijazah SMTA.

Untuk pendidikan tinggi, kesepakatan kesamaan mungkin belum akan terjadi dalam waktu dekat, walaupun sudah ada usaha-usaha untuk menciptakan standard perhitungan beban studi, yang dikenal dengan European Community Course Credit Transfer System / ECTS. Usaha ini ditempuh guna mendorong "mobilitas dan pembauran Eropa" yakni dengan mensponsori mahasiswa dari suatu negara anggota yang ingin menempuh sebagian dari studinya di negara anggota lainnya.

Lama studi minimal yang diakui sebagai pendidikan tinggi di EU adalah 3 tahun, mengacu pada Bachelor sebagai gelar pertama di Inggris, salah satu anggota EU. Sementara ini ada kesepakatan - walaupun belum berlaku secara umum - bahwa negara-negara EU yang memberlakukan sistem studi dengan jangka waktu minimal 5 tahun akan disamakan dengan Master (atau gelar kedua) pada negara yang mengenal Bachelor (3 tahun).

Dalam hal pembiayaan pendidikan, negara-negara anggota Uni Eropa juga memberlakukan ketentuan yang berbeda-beda. Austria, Denmark, Finnlandia, Jerman, Luxemburg, Swedia, dan Yunani membebaskan universitas dari biaya sekolah (SPP). Hanya ada sedikit iuran (US$ 20-40 / semester) untuk serikat mahasiswa, asuransi atau fasilitas sosial. Sebagai tambahan informasi, untuk studi di Amerika Serikat, seorang mahasiswa harus membayar minimal antara US$ 10.000 - 15.000 per tahun di universitas negeri atau minimal US$ 20.000 - 25.000 di universitas swasta.

Walaupun demikian, bila negara-negara "bebas-SPP" mengalami defisit ekonomi, maka tak jarang keluar ide untuk menarik SPP dari para mahasiswa. Banyak model yang telah dikembangkan, seperti misalnya menarik SPP bila seorang mahasiswa tidak berhasil menyelesaikan studinya hingga batas waktu tertentu, atau membayar di muka, dan akan dikembalikan bila mahasiswa selesai pada waktunya dsb. Di Austria saat ini yang sudah dilakukan adalah mencabut subsidi pada mahasiswa warga negara Austria bila studi mereka tidak sesuai dengan jadwal. Serikat mahasiswa protes dengan alasan bahwa keterlambatan itu sering terjadi karena penyuluhan yang kurang bagi calon mahasiswa, sehingga banyak yang terjebak pada jurusan yang tidak sesuai. Selain itu banyak mahasiswa yang harus sambil bekerja untuk membiayai hidupnya, mengingat bantuan dari orang tua yang kurang.

Uang SPP di beberapa negara EU


Negara         SPP                                                   SPP (US$)     

Belgia         ditentukan universitas; sekitar 18000 BFR per tahun,  560-670       
               termasuk registrasi, kuliah, ujian dan asuransi.                    

Inggris        undergraduates 607 UKL; postgraduates 1890 UKL plus   1300-4320     
               uang ujian dan biaya lain-lain                                      

Italia         universitas negeri 300000-400000 LIT per tahun;       300-400       
               tergantung pendapatan keluarga                                      

Neg. Belanda   1500-1750 HFL                                         1000-1270     

Perancis       450 FF SPP, plus asuransi + iuran ikatan mahasiswa    100           
               1100 - 1500 FF; kecuali Grandes ecoles de commerce                  
               et de gestion (sekolah swasta di bawah kamar dagang                 
               dan industri): 12000-22000 FF